TikTok Shop dan Tokopedia: E-commerce dalam Pandangan Pakar IT

"Pakar IT, Tony Seno Hartono, memberikan pandangannya terkait TikTok Shop yang tetap menjadi e-commerce mandiri tanpa bergabung ke aplikasi Tokopedia."

1 min read
TikTok Shop
TikTok Shop

Pakar informasi dan teknologi (IT) Tony Seno Hartono memberikan pandangannya terkait operasional TikTok Shop yang tetap menjadi e-commerce mandiri tanpa bergabung ke dalam aplikasi Tokopedia atau jump app.

Peran TikTok Shop dan Tokopedia Menurut Pakar IT

Menurut Hartono, TikTok berperan sebagai media sosial dan platform pemasaran atau etalase produk. Sebaliknya, Tokopedia berfungsi sebagai lokapasar dan platform transaksi.

Dia menjelaskan bahwa pemisahan ini bertujuan agar pengguna mendapatkan pengalaman berbelanja yang mulus di kedua aplikasi tersebut. Hartono menegaskan bahwa pengguna tidak perlu melakukan lompat-lompat antar-sistem yang bisa mengganggu pengalaman berbelanja.

Proses Belanja dan Sistem Back-end

Proses belanja dari TikTok Shop ke Tokopedia mirip dengan layanan di rumah sakit modern. Hartono membandingkan sistem back-end dalam dua aplikasi tersebut dengan sistem rumah sakit yang terhubung ke beberapa institusi melalui API.

Menurutnya, pengguna tidak akan merasakan perubahan signifikan dalam pengalaman menggunakan masing-masing aplikasi. Analogi ini menggambarkan bagaimana sistem back-end yang terpisah tetapi terintegrasi secara lancar, seperti pada layanan kesehatan di rumah sakit.

Implementasi dan Pengawasan

Hartono menyatakan bahwa interaksi dua aplikasi pada sistem back-end sudah umum digunakan di Indonesia, terutama dalam sektor keuangan. Namun, dia menekankan perlunya pengawasan terhadap masa transisi yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan.

Menurutnya, proses transisi ini perlu tahapan untuk memastikan aplikasi mematuhi regulasi yang ada serta untuk membuktikan bahwa sistem back-end benar-benar terpisah.

Penegasan dari Tokopedia

Aditia Grasio Nelwan, Head of Corporate Communications Tokopedia, menjelaskan bahwa sesuai aturan ke depannya, proses perdagangan elektronik di TikTok akan terpisah dari sistem Tokopedia.

"Promosi dan etalase produk akan diolah di sistem elektronik TikTok, sementara proses pemesanan, transaksi, hingga dukungan konsumen akan ditangani oleh sistem elektronik PT Tokopedia", ungkap Aditia Grasio Nelwan.

Keseluruhan, langkah ini sejalan dengan regulasi yang mengatur bahwa PPMSE (Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik) dengan model bisnis Social-Commerce tidak diperbolehkan memfasilitasi transaksi pembayaran pada sistem elektroniknya sendiri (sesuai Permendag No. 31/2023 Pasal 21 ayat 3).

Pakar IT menyoroti pentingnya pemisahan fungsi antara TikTok Shop dan Tokopedia untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran pengalaman belanja pengguna tanpa harus melompat-lompat antar-aplikasi.

Post a Comment
Menu
Search