Regulasi AI dalam Teknologi Digital: Menavigasi Dampak dan Keberlanjutannya

"Pemerintah semakin mendapati perlunya perumusan regulasi terkait kecerdasan buatan. Regulasi yang baik dapat menjadi landasan bagi penerapan AI ..."

1 min read
Artificial Intelligence (AI)
Artificial Intelligence (AI)

Pemerintah semakin mendapati perlunya perumusan regulasi terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) seiring dengan ekspansi pemanfaatannya di berbagai sektor. Ian Yosef, Ketua Pusat Studi Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ITB, menyoroti pergantian beberapa peran di sektor teknologi oleh AI, mulai dari customer service, engineer, hingga pemasang submarine cable.

Menurut Ian, keunggulan AI meliputi kemampuannya dalam menciptakan tiruan yang mirip dengan keterampilan yang ingin direplikasi. Contohnya adalah pembuatan robot yang mampu bergerak di medan sulit atau penggunaan ChatBot untuk menyajikan alternatif jawaban.

AI sebagai Pengambil Keputusan dan Dampaknya pada Bisnis

AI juga memiliki peran dalam proses analisis yang seringkali menjadi faktor penentu bagi masa depan perusahaan. Sebuah perusahaan di Polandia bahkan pernah menunjuk robot AI sebagai CEO karena kemampuannya bekerja 24 jam sehari tanpa henti. Robot ini tidak hanya mengidentifikasi klien potensial, tetapi juga memilih seniman untuk mendesain produk.

Namun, Ian mengingatkan bahwa teknologi ini dapat menimbulkan dampak negatif seperti penyalahgunaan analisis profil atau chatbot yang menyebarkan informasi palsu.

Peran Manusia dan Pentingnya Regulasi

Ian menekankan bahwa AI tidak seharusnya menggantikan peran pemimpin perusahaan atau pengambil keputusan yang berpengaruh terhadap masa depan manusia. Baginya, AI seharusnya menjadi bahan masukan untuk pertimbangan, sementara keputusan akhir tetap ada di tangan manusia.

Pendapat ini didasari oleh fakta bahwa meskipun AI memiliki keunggulan, sistem ini masih memiliki potensi masalah. Manusia telah dilatih bertahun-tahun untuk membuat keputusan tepat. Karenanya, keputusan AI yang merugikan dapat menimbulkan tanggung jawab yang sulit dipertanggungjawabkan.

Perlunya Regulasi untuk Penggunaan AI yang Terkendali

Ian mendorong perlunya regulasi dalam penggunaan AI agar penggunaannya dapat terbatas. Dengan regulasi yang tepat, potensi risiko dan dampak negatif dari keputusan AI dapat diminimalisir.

Regulasi yang baik dapat menjadi landasan bagi penerapan AI yang lebih bijaksana dan bertanggung jawab, memastikan bahwa teknologi ini menjadi alat bantu manusia tanpa menggantikan perannya dalam pengambilan keputusan.

Dengan demikian, langkah-langkah regulasi yang tepat adalah langkah awal untuk memastikan AI terus memberikan kontribusi positif tanpa menimbulkan risiko yang tidak terkendali bagi masyarakat dan perusahaan.

Post a Comment
Menu
Search