Bytedance Melanggar Lisensi Penggunaan OpenAI dalam Pengembangan Chatbotnya Sendiri

"Bytedance, induk media sosial TikTok, lakukan pelanggaran pada akun OpenAI terkait pengembangan model kecerdasan buatannya yang disebut Project Seed."

1 min read
Kantor Bytedance
Kantor Bytedance

Dunia teknologi semakin menarik perhatian ketika Bytedance, induk media sosial TikTok, dikabarkan menggunakan akun OpenAI untuk melatih model kecerdasan buatannya yang disebut Project Seed. Namun, langkah kontroversial ini membawa konsekuensi serius, dengan akun OpenAI Bytedance dinonaktifkan sementara karena dianggap melanggar lisensi.

Investigasi dan Tindakan OpenAI

Juru bicara OpenAI, Niko Felix, menjelaskan bahwa perusahaan sedang menyelidiki tindakan yang dilakukan Bytedance. Jika terbukti bahwa pelatihan model tidak sesuai dengan kebijakan penggunaan OpenAI, akun Bytedance berpotensi dimatikan. Felix menegaskan, "Jika kami menemukan bahwa penggunaannya tidak mengikuti kebijakan ini, kami akan meminta mereka (Bytedance) untuk melakukan perubahan yang diperlukan atau menghentikan akun mereka", (The Verge, 16/12/2023).

Kepatuhan Pengguna

Niko juga menekankan pentingnya kepatuhan pengguna terhadap kebijakan penggunaan OpenAI. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa teknologi perusahaan digunakan untuk kebaikan dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.

Larangan Penggunaan Large Language Model (LLM)

OpenAI dan Microsoft memiliki peraturan tegas terkait penggunaan Large Language Model (LLM) milik mereka. Larangan tersebut melibatkan pengembangan model kecerdasan buatan yang akan bersaing dengan produk dan layanan yang mereka tawarkan.

Dampak Penggunaan OpenAI oleh Bytedance

Meskipun penggunaan program OpenAI oleh Bytedance melalui platform Azure Microsoft, pertanyaan muncul apakah langkah serupa akan diambil terkait permasalahan ini. Langkah Bytedance untuk mengembangkan chatbot dan generator gambar AI sendiri, meskipun minim, menambah kompleksitas situasi.

Perkembangan Chatbot dan Generator Gambar AI

Bytedance dikabarkan sedang mengembangkan chatbot yang akan bersaing dengan ChatGPT milik OpenAI. Versi beta dari platform ini ditargetkan selesai sebelum akhir tahun. Namun, informasi dari The Verge mengindikasikan bahwa Bytedance secara diam-diam menggunakan teknologi dari OpenAI dalam berbagai fase pengembangan, termasuk pelatihan dan evaluasi model.

Kasus ini memberikan gambaran bahwa persaingan di dunia kecerdasan buatan tidak hanya terjadi di antara perusahaan, tetapi juga melibatkan isu kepatuhan dan penggunaan teknologi secara etis. Perkembangan selanjutnya akan menentukan bagaimana perusahaan teknologi mengelola keterlibatan kontroversial mereka dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Post a Comment
Menu
Search