Berinovasi dalam Logistik: Tantangan dan Peluang pada Era Harbolnas

"Di tengah lonjakan volume transaksi saat Hari Belanja Nasional (Harbolnas), startup logistik dihadapkan pada tantangan dan peluang yang harus di ..."

1 min read
Event Harbolnas di Aplikasi Shopee
Event Harbolnas di Aplikasi Shopee

Di tengah lonjakan volume transaksi saat Hari Belanja Nasional (Harbolnas), startup logistik dihadapkan pada peningkatan trafik yang harus diantisipasi. CEO Jedi Global Teknologi, Elsa Mayasari, mengamati adanya peningkatan yang signifikan dalam aktivitas pembelian online selama Harbolnas.

Pada tahun 2021, Harbolnas mencatat transaksi sebesar Rp18,1 triliun, meningkat 56% dari tahun sebelumnya. Angka tersebut terus bertumbuh, mencapai Rp22,7 triliun pada tahun 2022, dengan pertumbuhan 26% secara tahunan. Data ini mencerminkan dinamika ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.

Menurut Elsa, dinamika ini memberikan indikasi positif bagi ekosistem perdagangan elektronik di Indonesia. Namun, di balik potensi besar Harbolnas, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh industri e-commerce.

Tantangan Infrastruktur dan Kompetisi

Selama Harbolnas, lonjakan pengunjung dan transaksi menjadi sorotan utama bagi e-commerce. Menjaga situs tetap online, cepat, dan dapat diakses menjadi prioritas utama. Elsa menyebut, "Ini menjadi peluang untuk meningkatkan infrastruktur IT guna menangani beban lalu lintas yang tinggi, namun juga menjadi tantangan dalam memastikan kehandalan sistem saat beban kerja meningkat secara dramatis".

Selain itu, momen Harbolnas menciptakan kompetisi ketat antara platform e-commerce untuk menarik perhatian konsumen. Faktor krusial dalam ranah digital adalah pengalaman pelanggan (customer experience). Namun, ekosistem ini bergantung pada banyak mitra yang berbeda di sektor pembayaran, logistik, dan gudang penyimpanan, yang menimbulkan tantangan tersendiri dalam mengevaluasi keterlambatan terkait dengan jaringan atau faktor internal.

Strategi dan Catatan Sukses Pengiriman

Sementara itu, Chief Marketing Officer (CMO) Ninja Xpress, Andi Djoewarsa, mencatat peningkatan pengiriman pada Harbolnas. Dalam periode 10/10 hingga 11/11, pengiriman Ninja Xpress meningkat sebesar 20%, menunjukkan keberlanjutan tren dari tahun sebelumnya.

Andi menjelaskan bahwa lebih dari 90% paket yang dikirim adalah berukuran kecil, didominasi oleh kosmetik dan aksesoris fashion seperti baju, jam tangan, kacamata, dan sepatu.

Dominasi Daerah Asal dan Tujuan Pengiriman

Ninja Xpress mencatat bahwa UKM/shipper di Bekasi, Tangerang, dan Bogor mendominasi sebagai daerah asal pengiriman terbanyak. Sedangkan, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur menjadi daerah tujuan pengiriman terbanyak.

Pentingnya layanan terbukti dengan tingkat layanan (SLA) sebesar 98%, menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan dan fasilitas pengiriman tepat waktu.

Membuka Peluang Baru dan Inovasi

Ninja Xpress berfokus tidak hanya pada pengembangan layanan ke UKM, tetapi juga aktif mengembangkan layanan ke segmen bisnis yang menargetkan kerjasama dengan perusahaan.

Andi menambahkan, "Komitmen kami menyongsong tahun 2024 dengan merilis inovasi-inovasi terbaru sebagai bentuk dukungan konkret bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui penyediaan layanan Akselerasi dan perluasan kerjasama pengiriman Business-to-Business".

Dengan dinamika pasar yang terus berkembang, strategi adaptif dan inovasi menjadi kunci untuk menghadapi tantangan serta memanfaatkan potensi besar Harbolnas bagi industri logistik.

Post a Comment
Menu
Search