15 Startup Mengalami Kegagalan di Tahun 2023, Apa Dampak dan Pelajarannya?

"Sebanyak 15 startup tercatat telah gulung tikar, menimbulkan dampak signifikan pada berbagai sektor. Pada kasus-kasus ini, kegagalan startup ..."

3 min read
Penutupan Pegipegi
Penutupan Pegipegi

Industri startup di Indonesia, yang sebelumnya berkembang pesat, kini menghadapi tantangan serius. Dampak buruk dari kondisi ekonomi global yang sulit serta kesulitan dalam pendanaan telah menyebabkan sejumlah startup terkemuka mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga menutup usahanya.

Gelombang Kegagalan Startup Terkemuka di Indonesia

Sebanyak 15 startup tercatat telah gulung tikar, menimbulkan dampak signifikan pada berbagai sektor, mulai dari properti, e-commerce, hingga layanan B2B. Beberapa di antaranya yang cukup dikenal di masyarakat adalah:

1. Pegipegi

Salah satu online travel agent (OTA) terkemuka, Pegipegi, mengumumkan kepergiannya pada 11 Desember 2023 setelah hampir 12 tahun melayani masyarakat Indonesia. Keputusan ini menandai akhir dari solusi perjalanan yang pernah menjadi pilihan banyak orang.

2. Rumah.com

Platform jual beli properti, Rumah.com, resmi tutup layanan per 1 Desember 2023. Keputusan ini diambil untuk fokus pada bisnis yang menjanjikan pertumbuhan yang kuat, meninggalkan dampak pada 61 karyawan yang terkena.

3. Ula

Ula, startup B2B dagang, menutup operasionalnya setelah beberapa kali melakukan PHK pada karyawannya. Pendanaan awal yang menggiurkan dari investor kelas kakap tidak mampu menghindarkan perusahaan dari keputusan sulit ini.

4. Lummo

Startup penyedia layanan perangkat software-as-a-service (SaaS) Lummo juga terpaksa menutup bisnisnya setelah melakukan PHK pada karyawan dan menghentikan operasional BukuKas, aplikasi yang pernah mendapatkan pendanaan besar.

5. JD.ID

Startup vertikal e-commerce, JD.ID, yang merupakan anak perusahaan dari JD.com, menutup layanannya di Indonesia pada 31 Maret 2023. Langkah ini, sesuai Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID, Setya Yudha Indraswara, merupakan bagian dari strategi ekspansi global perusahaan induk. Meskipun salah satu e-commerce terbesar di Asia, JD.ID mengalami PHK massal pada tahun 2022 yang menjadi tanda-tanya akan kesinambungan operasinya.

6. Cohive

PT Evi Asia Tenggara, operator coworking space CoHive, dinyatakan bangkrut pada 18 Januari 2023. Pandemi menjadi salah satu faktor utama dalam penurunan bisnisnya. Dalam upaya bertahan, manajemen CoHive mencoba menemukan solusi namun kekurangan dana dan kelebihan pasokan kantor menjadi hambatan tak teratasi.

7. Qlapa

Platform e-commerce Qlapa, yang khusus menjual kerajinan tangan Indonesia, tutup pada 4 Maret 2019 setelah 4 tahun beroperasi. Pendanaan Seri A dari Aavishkaar pada Maret 2017 sempat memberikan harapan, namun permintaan yang tak sesuai dengan perkiraan serta dinamika pasar membuat kelangsungan usaha tak mungkin.

8. DishServe

Startup cloud kitchen DishServe mengumumkan penutupan layanannya pada Mei 2023. Kurangnya pendanaan dan ketidaksesuaian model bisnis menjadi faktor utama kegagalannya. Meskipun berhasil mendapatkan pendanaan Pra-seri A pada November 2021, perubahan pasar dan kurangnya investasi menjadi pukulan telak.

9. Bananas

Startup quick commerce Bananas menutup layanannya pada Oktober 2022 untuk beralih ke bisnis baru. Dukungan investor membantu Bananas dalam pivot ini. Meskipun mendapatkan pendanaan awal yang signifikan pada Februari 2022, sektor e-grocery tidak memberikan hasil yang diharapkan.

10. Fabelio

Fabelio, startup furnitur dan desain interior, dinyatakan bangkrut pada Oktober 2022. Meskipun berhasil mengumpulkan pendanaan Seri C yang besar, kondisi pailit tak terelakkan. Kegagalan usaha ini menunjukkan bahwa bahkan pendanaan besar tak selalu menjamin kelangsungan bisnis.

11. Brambang

Startup Brambang mengumumkan penutupan layanan groceries untuk beralih menjadi marketplace smartphone dan elektronik pada Mei 2023. Perubahan ini menandai adaptasi bisnis dalam menghadapi perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan.

12. Tumbasin

Tumbasin.id menghentikan operasinya pada Mei 2023 karena kesulitan keuangan yang mengakibatkan keputusan untuk mengajukan pailit. Dengan ribuan pengguna aktif pada 2020, kesulitan keuangan yang tak teratasi menjadi akhir yang menyedihkan.

13. Mobile Premier League

MPL, startup game India, memutuskan pamit dari Indonesia setelah dua tahun sukses. Faktor utama adalah kurangnya pengembalian di pasar Indonesia yang tak sebanding dengan India dan AS. Fokus pada pasar Amerika Serikat menjadi langkah berikutnya setelah keluar dari Indonesia.

14. Beres.id

Beres.id, startup jasa pelayanan, berhenti operasi pada 1 Juli 2022 karena gangguan operasional dan biaya tinggi. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor utama dalam keputusan ini.

15. UangTeman

UangTeman, startup fintech lending yang telah beroperasi sejak tahun 2015 dengan nama PT Digital Alpha Indonesia, mengalami akhir yang tak terduga. Meskipun terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2017 dengan nomor registrasi S-2970/NB.111/2017, izin fintech lending UangTeman dicabut oleh OJK pada Maret 2022.

Dampak Luas pada Industri

Penutupan startup-startup ini juga membawa dampak luas pada berbagai sektor. Misalnya, startup e-commerce JD.ID yang resmi menutup layanannya pada 31 Maret 2023, berdampak pada rantai pasokan lintas batas.

Pelajaran dari Kegagalan

Pada kasus-kasus ini, kegagalan startup tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, tapi juga keputusan strategis perusahaan. Misalnya, keputusan JD.ID untuk fokus pada ekspansi ke pasar internasional sambil menutup layanan di Indonesia menunjukkan prioritas yang berbeda.

Gelombang penutupan startup yang terjadi di Indonesia menegaskan bahwa di tengah gemerlapnya pasar teknologi, kesuksesan jangka panjang bukanlah jaminan bagi setiap perusahaan. Kondisi ekonomi global dan pengambilan keputusan strategis memainkan peran penting dalam perjalanan sebuah startup.

Dengan harapan untuk pemulihan dan pertumbuhan lebih lanjut, para pelaku industri startup di Indonesia diingatkan akan pentingnya adaptasi, ketangguhan, dan strategi yang tepat guna untuk menjaga kelangsungan bisnis dalam dinamika pasar yang tidak pasti.

Post a Comment
Menu
Search